Pasti Halal Dot Com

Awas! Bahan Pembuat Roti Ini Bisa Membuat Roti Yang Anda Bikin Haram

Di pasaran banyak beredar bahan dan bumbu roti yang haram atau minimal syubhat. Apakah harus membuat sahabat muslim lalu tidak membuat roti, kue, dan sejenisnya? Tentu tidak demikian. Hanya, sahabat muslim harus lebih berhati-hati saat membeli bahan roti. Kalau ada, cari produk yang telah memiliki sertifikasi halal.  Barang fabrikan yang dijual mahal selalu anonim, kita tidak kenal pembikinnya, kita tidak tahu bagaimana dibuat! Ada bahan yang kita bisa pilih yang halal, ada yang jelas pasti haram, seperti arak dan rhum. Karena itu jangan ragu menanyakan kepada penjual tentang kehalalannya. Minta bahan yang bersertifikat halal. Di bawah ini adalah daftar bahan roti yang rawan haram:

 

1.Tepung Gandum yang Mengandung L-Sistein

Tepung gandum merupakan bahan dasar dalam pembuatan produk roti dan kue. Tepung gandum di bedakan menjadi dua yaitu tepung gandum keras (strong flour) dan tepung gandum lunak (soft flour). Pada saat pembuatan tepung gandum terkadang produsen  menambahkan bahan-bahan aditif yang berfungsi untuk dapat meningkatkan sifat tepung gandum yang dihasilkan. Salah satu bahan aditif tersebut adalah L-sistein (biasanya dalam bentuk hidrokloridanya). Bahan tersebutberfungsi sebagai improving agent (meningkatkan sifat-sifat tepung gandum yang diinginkan). L-sistein yang murah dapat banyak ditemukan di pasaran adalah L-sistein yang terbuat dari rambut manusia, khususnya yang diproduksi di Cina. Karena L-sistein yang berasal dari bagian tubuh manusia, maka L-sistein ini haram. Sehingga tepung terigu yang menggunakan L-sistein dari rambut manusia juga haram hukumnya bagi umat Islam.

2. Cream of Tar-Tar

krim tar-tar

Cream of tartar adalah garam potasium dari asam tartarat yang diperoleh sebagai hasil samping industri wine (sejenis minuman keras). Oleh karena itu bahan ini tidak boleh digunakan oleh umat Islam. Namun pada kenyataannya cream of tartar ini banyak digunakan dalam pembuatan kue, dan banyak tercantum di resep-resep pembuatan kue, serta bahkan ada dijual dalam bentuk murni cream of tartar. Bagi kaum muslim lebih baik hindarilah penggunaan cream of tartar dan gantilah dengan jenis bahan pengembang yang lain.

3. Emulsifier dengan lesitin hewani (babi)

Emulsifier adalah bahan yang digunakan agar bahan yang berkadar lemak tinggi dapat bercampur dengan air ketika membuat adonan. Beberapa macam emulsifier juga dapat digunakan sebagai penstabil adonan roti. Ada beberapa jenis emulsifier yang lazim dipakai di pasaran, seperti lesitin kedelai (soya/soy lechitine), dan emulsifier lain yang menggunakan kode E-number. Lesitin bersifat syubhat karena bisa berasal dari bahan nabati maupun hewani (sapi, babi, dll). Lesitin yang halal adalah lesitin kedelai karena berasal dari bahan nabati. Bagi kaum muslim untuk lebih berhati-hati dengan E-number, karena beberapa emulsifier (seperti : E471, E472, dll.) ada yang menggunakan bahan dari babi. 

4. Ragi / Yeast

Ragi terbagi dalam beberapa bentuk, namun apapun bentuk ragi/yeast yang kita gunakan ternyata isinya tidak hanya ragi, tapi juga sejumlah kecil bahan aditif yang sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu dalam pembuatan ragi. Bisa juga menjadi bahan yang sengaja ditambahkan untuk tujuan meningkatkan stabilitasnya sehingga selama penyimpanan tidak menggumpal. Bahan aditif inilah yang perlu dicermati kehalalannya. Pada pembuatan compressed yeast sering ditambahkan pengemulsi (emulsifier). Sedangkanemulsifier status kehalalannya adalah syubhat. Di pasaran sudah tersedia ragi instan yang sudah terjamin kehalalannya, oleh karena itu untuk kaum muslim lebih baik pilihlah ragi instan yang sudah terjamin kehalalannya.

5. Kuas berbulu babi

images

Kuas sering dipakai untuk mengoleskan mentega, margarin, telur, cokelat, dll. Bagi kaum muslim untuk lebih berhati-hati dengan bahan bulu kuas, karena umumnya berasal dari bulu babi (bisa mencapai 80-90%). Pada gagang kuas berbulu babi yang terdapat tulisan kata: Bristle, Pure Bristle, 100% China Bristle, dll, salah satunya makna kata Bristle adalahPig Hair atau bulu babi (Webster’s Dictionary) yang berstatus najis apabila basah. Oleh karena itu, roti yang terkena sapuan kuas tersebut menjadi terkena najis, sehingga haram dimakan. Jika ragu dengan bahan kuas, gantilah kuas bulu dengan kuas dari bahan plastik (polyester).

6. Rhum

Rhum biasanya dipakai untuk membuat adonan tercampur dengan baik, agar cake lebih awet, serta untuk mengikat aroma. Rhum diharamkan karena memiliki sifat khamer. Bahkan kandungan alkohol rhum bisa mencapai 38-40%. Bagi kaum muslim untuk lebih berhati-hati dengan roti Black Forest, Sus Fla, Cake, dll. Rhum essence (rhum sintetis) juga dapat diharamkan karena membuat konsumen tidak dapat membedakan rhum ‘asli’ dan rhum ‘sintetis’.

7. Shortening

Shortening lebih sering dikenal sebagai mentega putih. Mentega putih berasal dari lemak, bisa dari lemak hewani, nabati, maupun campuran keduanya. Shortening sering dipakai untuk membuat kue menjadi lembut dan renyah. Karena bisa berasal dari lemak hewan, maka shortening bersifat syubhat. Selain itu, sudah lama dikenal di masyarakat bahwa lemak hewan yang paling enak adalah lemak babi (Lard). Meskipun ada yang menulis dengan huruf Arab, namun karena berasal dari babi, maka hukumnya lard adalah haram.

8. Margarin

Bukan berarti semua margarin haram. Margarin dibentuk dari bahan dasar lemak nabati. Dalam proses pembuatannya, sering kali ada bahan tambahan seperti penstabil, pewarna, maupun penambah rasa. Apabila bahan penstabil yang digunakan dari nabati tentu tidak masalah. Namun apabila bahan penstabil berasal dari produk hewani, maka harus dipastikan dari hewan halal atau haram.

9. Keju

Keju dibuat dari susu hewan, bisa berasal dari susu sapi, domba/kambing, unta, dll. Merk keju yang dipasarkan di masyarakat contohnya : Cheddar, Edam, Emmental (Emmenthal), Beaufort, Gloucester, Cheshire, Fontina, Leyden, Derby, Gruyere, dll. Perbedaan penamaan keju berdasarkan dari asal bahan, asal daerah, dan proses pembuatannya. Dalam pembuatan keju, untuk memperoleh curd / padatan, susu digumpalkan dengan bantuan enzyme dan starter. Apabila enzim yang dipakai berasal dari saluran pencernaan hewan yang haram, maka tentu statusnya menjadi haram. Bagi kaum muslim untuk lebih berhati-hati dengan keju edam, karena dalam standar pembuatannya, Keju Edam sering dibuat dengan bantuan enzim rennet yang diambil dari lambung anak babi.

10. Creamer

Creamer terbuat dari susu. Creamer bisa menjadi haram apabila terdapat pada bahan enzim yang dipakai untuk memisahkan keju dan whey. Apabila menggunakan enzim haram, maka status creamer yang bersangkutan haram.

11. Cokelat

Proses pembuatan cokelat batangan terbuat dari buah cokelat segar dan kadang dibutuhkan emulsifier. Namun apabila  lesitin hewani dibuat secara enzimatis menggunakan enzim Phospholipase A2 yang bisa berasal dari pankreas babi maka hukumnya menjadi haram.

12. Gelatin

Pada umumnya, gelatin digunakan sebagai gelling agent (bahan pengental), bahan penegar (penguat), atau untuk topping kue atau es krim. Gelatin berasal dari produk hewani (sapi, babi). Jika berasal dari babi, maka status hukumnya menjadi haram. Jika ragu, sebagai pengganti pengental, bahan lain yang dapat digunakan adalah : rumput laut (agar-agar), karagenan, pati yang dimodifikasi, gom arab, dll.

13. TBM

Bahan TBM sering digunakan untuk melembutkan tekstur cake. Sebagai sebuah merk dagang, TBM ini umumnya berasal dari mono-glyseride (MG) dan di-glyseride (DG). MG dan DG berasal dari lemak, lemak ini bisa berasal dari hewani maupun nabati. Apabila berasal dari bahan nabati, TBM ini tidak masalah untuk digunakan. Namun apabila dibuat dari asam lemak hewan, maka harus dipastikan apakah berasal dari hewan halal atau hewan haram.

14. Ovalet

Ovalet digunakan sebagai pengembang dan pelembut produk kue. Bahan ini dibuat dari asam lemak, asam lemak ini bisa berasal dari hewani maupun nabati (tumbuhan). Apabila asam lemak berasal dari tumbuhan, tentu tidak menjadi masalah. Namun apabila dibuat dari produk hewani, maka harus dipastikan berasal dari hewan halal atau hewan haram (babi).

Sahabat muslim, marilah tetap menikmati makan enak, tetap menikmati hoby masak, cuma marilah lebih hati-hati. Kalau kita care, sering bertanya soal kehalalan di depan penjual, setidak akan membuat produsen lebih memperhatikan prinsip pokok kaum muslimin ini.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories