Pasti Halal Dot Com

Ini Dampak Buruk Mengkonsumsi Makanan Haram

 

 

 

Apakah Anda mengira bisa menghindar dari dampak buruk mengkonsumsi makanan haram? Baca artikel ini sampai selesai. Semoga kita semua bisa menjaga kehalalan semua konsumsi kita.

Sering merasa doa yang Anda sampaikan kepada Allah SWT tidak terkabul? Mungkin memang belum saatnya. Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi hambaNya. Nabi Ibrahim AS, Sang Kekasih Allah, memohon dikaruniai anak baru terkabul di saat usianya sangat tua. Tapi, coba juga lihat kemungkinan lain: Apakah ada perilaku kita yang menghambat dikabulkannya doa kita? Apakah sholat kita baik? Coba juga cek makanan Anda, apakah semuanya sudah pasti halal.Ya, betul! Makanan yang tidak halal, makanan haram, menyebabkan banyak keburukan. Keburukan paling kita takutkan tentu saja karena makanan haram akan menyeret kita ke neraka. Kita juga tidak ingin doa kita ditolak gara-gara pola konsumsi kita yang menerjang rambu-rambu halal haram.

Kalau di atas saya sebut makanan haram, mohon dimaknai lebih luas, yakni, berkait dengan semua konsumsi kita. Ini berarti berkait dengan apa yang kita makan, apa yang kita minum, apa yang kita kenakan, obat yang kita gunakan, alat mandi, kosmetik, cara mendapatkan rezeki, dan sebagainya. Semua barang konsumsi sehari-hari kita berpotensi mengandung unsur barang haram. Ini bukan melulu soal babi. Di artikel lain di blog ini sudah ditulis juga bagaimana cara berhati-hati mengatur pola konsumsi kita.

Haram masuk dalam kehidupan kita tidak melulu melalui benda-benda yang secara jelas ditegaskan keharamannya dalam Qur’an. Cara mendapatkan rezexi malah lebih parah akibatnya jika tidak dipastikan kehalalannya. Harta hasil korupsi, pencurian, penipuan, dan semua cara tidak halal menyebabkan semua yang kita makan dan kita pakai haram. Ada satu hal yang Anda harus super hati-hati dan teliti kalau tidak mau kaget di yaumul hisab: Riba! Suatu fakta yang keberadaannya kadang sangat samar. Pembahasan tentang riba ini akan dilakukan secara lebih mendalam di bab lain di blog tercinta kita ini.

Kali ini kita akan membahas dampak buruj dari makanan haram. Dengan ilmu yang sangat terbatas yang ada pada saya, saya mencoba membaca beberapa referensi, baik qur’qn, hadits, dan tulisan ulama. Sudah cukup lama, karena memang say memiliki concern untuk mengaajak kita semua lebih care soal halal haram ini. Saya mebuka beberapa blog yang memuat tulisan soal akibat buruk makanan haram ini. Saya temukan, www.rumaysho.com menulis cukup komprehensif termasuk dalil-dalilnya. Maka, dengan niat ikut menyebarkan ilmu dan kebaikan, artikel ini kami muat di sini. Seperti biasanya, setiap tulisan yang kami ambil dari blog lain selalu mengalami sedikit rewriting. Ini semata-mata agar lebih mudah difahami pembaca sekalian.

 

Makanan Haram menyebabkan  do’a tidak mudah terkabul dan bahkan tidak dukabulkan sama sekali

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haramminumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)

Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Sa’ad,

أطب مطعمك تكن مستجاب الدعوة

Perbaikilah makananmu, maka do’amu akan mustajab.” (HR. Thobroni dalam Ash Shoghir. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if jiddan sebagaimana dalam As Silsilah Adh Dho’ifah 1812)

Ada yang bertanya kepada Sa’ad bin Abi Waqqosh,

تُستجابُ دعوتُك من بين أصحاب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ؟ فقال : ما رفعتُ إلى فمي لقمةً إلا وأنا عالمٌ من أين مجيئُها ، ومن أين خرجت .

“Apa yang membuat do’amu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya?” “Saya  tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar,” jawab Sa’ad.

Dari Wahb bin Munabbih, ia berkata,

من سرَّه أنْ يستجيب الله دعوته ، فليُطِب طُعمته

“Siapa yang bahagia do’anya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya.”

Dari Sahl bin ‘Abdillah, ia berkata,

من أكل الحلال أربعين يوماً  أُجيبَت دعوتُه

“Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka do’anya akan mudah dikabulkan.”

Yusuf bin Asbath berkata,

بلغنا أنَّ دعاءَ العبد يحبس عن السماوات بسوءِ المطعم .

“Telah sampai pada kami bahwa do’a seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi.”

Gemar melakukan ketaatan secara umum, sebenarnya adalah jalan mudah terkabulnya do’a. Sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal, namun segala ketaatan akan memudahkan terkabulnya do’a. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya do’a.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Melakukan ketaatan memudahkan terkabulnya do’a. Oleh karenanya pada kisah tiga orang  yang masuk dan tertutup dalam suatu goa, batu besar yang menutupi mereka menjadi terbuka karena sebab amalan yang mereka sebut. Di mana mereka melakukan amalan tersebut ikhlas karena Allah Ta’ala. Mereka berdo’a pada Allah dengan menyebut amalan sholeh tersebut sehingga doa mereka pun terkabul.”

Wahb bin Munabbih berkata,

العملُ الصالحُ يبلغ الدعاء ، ثم تلا قوله تعالى : { إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُه }

“Amalan sholeh akan memudahkan tersampainya (terkabulnya) do’a. Lalu beliau membaca firman Allah Ta’ala, “Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.” (QS. Fathir: 10)

Dari ‘Umar, ia berkata,

بالورع عما حرَّم الله يقبلُ الله الدعاء والتسبيحَ

“Dengan sikap waro’ (hati-hati) terhadap larangan Allah, Dia akan mudah mengabulkan do’a dan memperkanankan tasbih (dzikir subhanallah).”

Sebagian salaf berkata,

لا تستبطئ الإجابة ، وقد سددتَ طرقها بالمعاص

“Janganlah engkau memperlambat terkabulnya do’a dengan engkau menempuh jalan maksiat.” (Dinukil dari Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, 1: 275-276)
Di akhirat, neraka lebih pantas menyantap jasad yang tumbuh dari yang haram

Dari Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنَ السُّحْتِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban 11: 315, Al Hakim dalam mustadroknya 4: 141. Hadits ini shahih kata Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 4519)

Lihatlah begitu bahayanya mengonsumsi makanan haram dan dampak dari pekerjaan yang tidak halal sehingga mempengaruhi do’a, kesehatan, amalan kebaikan, dan terakhir, mendapatkan siksaan di akhirat dari daging yang berasal dari yang haram.

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

[Allahummak-finaa bi halaalika ‘an haroomika, wa agh-ninaa bi fadh-lika ‘amman siwaak]

“Ya Allah, limpahkanlah kecukupan kepada kami dengan rizqi-Mu yang halal dari memakan harta yang Engkau haramkan, dan cukupkanlah kami dengan kemurahan-Mu dari mengharapkan uluran tangan selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563 dan Ahmad 1: 153. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan


Makanan Haram menyebabkan tidak diterimanya amal ibadah oleh Allah SWT

Ibnu Abbas berkata bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “ Ya Rasulullah, doakanlah aku agar menjadi orang yang dikabulkan doa-doanya oleh Allah”. Apa jawaban Rasulullah, “Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak untuknya” (HR. At-Thabrani)


Makanan Haram mengikis keimanan 

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin” (HR Bukhari dan Muslim). Inilah, ada sesaat ketika seseorang menkonsumsi khamr yang haram itu, dia bukan mukmin. Bisa bayangkan, bagaimana kalau saat itu Allah mengambil nyawanya, seperti sekarang banyak terjadi saat orang pesta oplosan?

Mengeraskan hati

Apabila seseorang begitu sulit menerima kebenaran bisa jadi yang bersangakutan adalah pelanggan makanan atau minuman haram.

Imam Ahmad  ra pernah ditanya, “apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab, “dengan ,mengkonsumsi  makanan halal” (Thabaqat Al Hanabilah 1/219).

At Tustari, seorang musafir juga mengatakan, “barangsiapa ingin disingkap tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah” (Risalah Al-Mustarsyidin : hal 216)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories