Pasti Halal Dot Com

Mencari Makanan Enak di Madinah

Jalan-jalan dan kuliner di Madinah saat dalam rangkaian perjalanan ibadah? Apakah tidak mengganggu ibadah kita? Boleh sekali, asal tidak menjadi tujuan utama dan dilakukan hanya di waktu-waktu yang betul-betul longgar. Juga bukan menjadi agenda rutin harian, tidak menjadi bahan ngerumpi, baik dengan sesama jamaah umroh maupun dengan orang di rumah. Waktu terbaik biasanya pada jam-jam antara sehabis dhuha sampai sebelum dzuhur. Kalau malam boleh juga, sebentar setelah selesai rangkaian ibadah sholat isya. Bila mengambil waktu ini jangan terlalu lama. Sekadarnya saja agar istirahat malam tidak terganggu.

Ini penting, sebaiknya jangan keluar sendirian sehingga kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ada teman buat diskusi. Bukan apa-apa sih, insya Allah Madinah aman! Cuma, seandainya bingung menemukan jalan pulang ke hotel, misalnya, ada kawan yang bisa ikut memecahkan soal ini. Ajaklah suami, istri, dan atau teman yang lain. Lagian, bukankah menikmati sesuatu yang enak dan yang indah lebih terasa nikmat jika bareng teman atau keluarga?

Ok, marilah kita jalan-jalan sebentar untuk mencari makanan enak, dan, tentunya, pasti halal.

Kuliner di Madinah

Baiklah, kita mulai saja dengan acara kuliner. Cari makanan halal? Hahaha….alhamdulillah, Madinah adalah salah satu kota di mana kita sangat tenang soal kehalalan makanannya. Tidak ada pengusaha bidang kuliner yang mau mengambil resiko ditutup restorannya karena menyajikan kandungan barang haram. Jadi, gak usah mikirin sertifikat halal sementara waktu. Nikmati saja yang tersaji, insya Allah aman!

Gerai makanan di Madinah sangat banyak, terutama di sekitaran Masjid Nabawi. Sampai radius 1 – 2 km dari masjid mudah ditemukan semacam food court, ada yang di tempat terbuka di semacam taman, ada juga yang di dalam bangunan, seperti mall atau tempat khusus makan. Anda akan menjumpai paling banyak adalah makan India Islam dan Pakistan. Pelayan rumah makan itu kebanyakan juga orang Pakistan, India, atau Bangladesh. Soal bahasa? Jangan khawatir! Kalau Anda tidak bisa berbahasa Arab pakai saja bahasa Indonesia. Umumnya pelayang rumah makan di MAdinah mengerti bahasa Indonesia meskipun hanya sebatas kosa kata pokok soal makanan. Ini karena jamaah umroh dan haji Indonesia memang sangat banyak, gampangnya, tiap saat mereka ketemu konsumen orang Indonesia.

Bagi sahabat yang kesulitan menyesuaikan lidahnya dengan selera Turki, India, dan Arab. silakan mencari gerai makanan Indonesia yang juga banyak terdapat di Madinah. Mau bakso, masakan Sunda, dan sate pun ada.

Ok, kita mulai saja dengan jenis makanan yang mungkin Anda ingin mencicipinya:

Shawarma

download-12

Shawarma ini adalah makanan sejenis kebab. Dalam penglihatan saya, ya sama saja dengan Kebab, cuma, ukurannya lebih besar. Perbedaannya, roti yang dijadikan kulit   shawarma bukan tortila yang tipis, melainkan semacam roti pita. Perbedaan lain, ini mempengaruhi rasa tentunya, irisan daging yang besar-besar dan ada disisipi irisan kentang. Penyajiannya juga tidak selalu seperti kebab. Bisa rotinya ditaruh di piring, kemudian isiannya menjadi topping. Harga satu shawarma berisi daging kambing berkisar 4 riyal dan yang berisi daging ayam berkisar 5 riyal. (1 riyal = Rp 3000).

Makanan asal Turki ini isi pokoknya adalah daging sapi, ayam, atau daging kerbau. Sayur campurannya adalah selada, bawang bombay,  tomat, irisan kentang, timun. Lidah saya sangat demen dengan makanan yang satu ini. Tentu jangan dibandingkan dengan sayur lodeh atau onde-onde yang nggak pakai bosan meskipun sudah saya makan sejak ibu memberikan makanan manusia dewasa.

Tamis

images-7

Makanan khas  Madinah yang lain di antaranya adalah Tamis. Bentuk tamis hampir sama seperti roti pita tetapi lebih lebar. Diameternya sekitar 40 senti. Adonan tamis berasal dari tepung gandum diolah dengan cara dibakar di dalam tungku tanah. Rasa tamis pun bervariasi.

Ada yang plain agak gurih, ada yang manis dengan taburan gula dan wijen (biasa disebut biskot), dan ada pula yang keju. Tamis terasa tidak lengkap bila dimakan begitu saja. Tamis bisa dinikmati dengan krim keju, madu, atau susu kental manis. Oleh orang Arab, tamis biasa dimakan dengan cara di cocol ke bumbu yang bernama ful.

Ful terdiri dari campuran kacang merah yang dihaluskan, sejenis jinten bernama “kamon”, acar tomat, dan minyak zaitun. Orang Arab juga biasa menambahkan bawang bombay, cabai hijau, atau perasan jeruk lemon ke dalam campuran ful. Harga tamis yang plain agak gurih berkisar setengah riyal.

Sedangkan tamis yang berasa, harganya sekitaran 2 riyal. Tamis dapat anda beli di kios-kios sekitar pelataran Masjid Nabawi  walaupun kiosnya tidak sebanyak shawarma.

Roti Paratha

images-8

Masih dalam keluarga roti-rotian , di Madinah Roti Paratha, Canai atau Maryam bentuk dan bahan dasarnya hampir semua sama, yaitu tepung terigu, air, telur dan mentega. Roti Paratha ini kemudian dipanggang sampai bewarna kecoklatan. Paratha paling nikmat bila dimakan dengan kari. Kari ayam, sapi, atau kambing semuanya lezat.

Bila anda tidak doyan kari, anda bisa menikmatinya begitu saja atau enak juga bila dengan susu kental manis, gula, madu atau saus cabe. Anda bisa menjumpai roti paratha di Arab maupun di Indonesia karena memang roti ini sudah terkenal dan banyak yang suka. Anda juga bisa membeli roti paratha dalam kemasan beku yang tinggal dipanggang atau di panasakan di microwave.

Roti Paratha yang siap makan harganya kisaran 2 riyal, sebanyak 2 lembar dan sudah termasuk kari. Sedangkan yang kemasan beku, lebih murah. Hanya dengan 4 atau 5 riyal anda bisa mendapatkan paratha sebanyak 5 lembar.

Kare India

images-10

Agak repot sebenarnya, apakah betul kare berwarna merah cabe, pedas, dan panas di tubuh ini asli India. Penjualnya kebanyakan memang orang India atau Pakistan. Tapi, lauk di Arab kebanyakan memiliki bentuk dan aroma yang hampir semuanya sama.

Kare dijajakan mulai dar kedai kecil dalam taman hingga restoran besar. Mungkin termasuk masakan paling mudah dicari. Anda bisa memesannya bersama nasi putih atau roti Arab (Khubz). Biasanya kalau pesan dengan nasi, otomatis juga diberi roti. Porsinya yang jumbo membuat Anda cukup membeli 1 porsi untuk berdua atau bertiga. Enak, asal jangan sering-sering.

Oh ya, lupa. Kare ini kebanyakan dari daging ayam. Ada juga yang berbahan daging kambing. Dua-duanya enak sih menurut saya. Rempahnya sangat menggigit. Aromanya harum kuat khas rempah India.

Nasi Mandi

download-13

Nasi Mandi (ada yang menulisnya Mandy) berasal dari Yaman, tepatnya wilayah Yaman Selatan atau Hadramaut. Kalau pernah makan nasi kebuli atau nasi biryani (mungkin di Condet, Jakarta) rasanya hampir mirip-mirip lah. Perbedaannya, di nasi mandi ada taste beraroma bakaran. Ya, karena cara memasak nasi mandi memang melalui proses dipanggang. Aslinya di Yaman, dulu, pemanggangan ini cukup rumit.

Bahan nasi mandi adalah beras basmati. Itu tuch, beras berbentuk kurus panjang dan bertekstur pera keika dimasak. Beras basmati banyak ditanam di wilayah India dan sekitarnya.

Di Madinah ada restoran Hadramaut yang menyajikan nasi mandi ini dengan rasa yang aduhai. Namanya Hadramaut Kicthen. Dua nampan nasi mandi masing-masing berisi 5 ekor ayam dibanderol 110 riyal atau 259 ribu. Jika menginginkan (dan ini rekomendasi terbaik) mintalah nasi mandi kambing/domba. Anda bisa mencicipinya di restoran Hadramout Kitchen Madinah. Restoran ini adalah cabang dari restoran yang sama di Hadramaut.

Nasi Biryani

Nasi Biryani paling mudah ditemukan di Madinah, Mekah, dan kota lain di Saudi Arabia. Berbeda dengan nasi mandi yang asli Arab, nasi biryani merupakan salah satu khazanah kuliner India muslim. Cita rasanya hampir sama sebenarnya dengan nasi mandi. Tapi detailnya berbeda. Seperti apa? Anda yang harus ceritakan kepada saya setelah mencicipi keduanya.

Sama dengan nasi mandi, nasi biryani berbahan beras basmati. Nasi biryani asli dimasak dengan menggunakan garam masala sebagai salah satu bumbunya. Garam masala adalah ramuan bumbu rempah khas India yang selalu ikut dalam hampir semua masakan India. Nasi biryani umumnya memanfaatkan daging domba atau daging ayam. Sekali lagi, kalau buat saya sendiri, pilihan akan tetap jatuh pada biryani kambing!

Di mana mencari nasi biryani di Madinah? Di mana saja ada, banyak gerai tingkat warung kecil maupun restoran besar menjajakan nasi biryani, Saran saya, pilih saja di gerai kecil yang murah. Kita tahu, mahalnya harga makanan tidak selalu berhubungan dengan rasa yang enak.

Masakan Indonesia

download-14

Mungkin Anda kangen makan bakso, masakan Sunda, atau masakan Jawa saat di Madinah. Ini terjadi biasanya saat menunaikan haji, karena waktu meninggalkan tanah air memang lama. Jangan khawatir! Terlalu banyak restoran Indonesia di Madinah. Anda bisa pilih bakso, masakan Jawa Timur, masakan Sunda, dan lainnya. Semua itu tidak jauh dari masjid Nabawi.

Di Madinah Anda bisa temukan di antaranya,  ada Restoran Jakarta, Restoran Asia, dan Restoran Al-Qarat di sekitar Masjid Nabawi. Selain itu di dekat Masjid Ghumamah (sebelah utara Baqi) ada Restoran Surabaya yang bisa jadi pilihan. Di dekat Masjid Al-Ijabah, terdapat banyak kedai masakan Indonesia mulai dari bakso, karedok, dan lain-lain. Sementara di dekat Taman Yusuf ada Warung Si Doel.

Harga? Secara umum memang agak mahal.

Ayam Goreng Tepung

images-6

Kangen KFC atau McDonald? DFi kota-kota internasional pastilah 2 raksasa bisnis kuliner ini tidak mau ketinggalan. Ada di mana-mana. Tapi kali ini saya sarankan untuk menjajal masakan ayam di restoran cepat saji lain. Ayamnya sejenis dengan KFC dan Mcdonald, hanya, menurut saya jauh lebih enak. Ini bukan iklan. Saat pertama kali mau ke Saudi, seorang kawan yang pernah tinggal lama di Negri Khadamul Haramain itu memberikan pesan “Jangan lewatkan mampir ke Albaik!” pesannya. Dannnbetul, enak sekali ayamnya. Sepengetahuan saya, tiap jamaah haji atau umrah yang ke sini pasti menyempatkan diri mereka untuk menikmati ayam goreng di resto ini.

Jaringan restoran Albaik sudah di atas 40 cabang di Arab Saudi. Konon tahun kemarin sudah membuka cabang pertamanya di Malaysia. Ada tiga cabang di Madinah dan ada enam di Mekkah. Untuk di Madinah, lokasinya ada di King Faishal Road, dekat Haram Ennabawi, Madinah,

Penduduk lokal atau pendatang rela mengantri demi merasakan ayam goreng di sini karena rasanya yang memang enak dan harganya lebih murah bila dibandingkan dengan KFC atau McD. Satu paket (box) harganya 13 riyal. Satu paket ayam ada yang berisi delapan atau empat potongan ayam plus kentang goreng dan roti khas Arab. Ayamnya berukuran cukup besar sehingga satu paket sangat mengenyangkan dan dapat dihabiskan oleh dua atau tiga orang.

Di Al-Baik ada makanan lain selain ayam goreng, yaitu nugget ayam, fillet ikan, dan udang goreng tepung, jagung rebus, dan masih banyak lagi. Untuk rasa, semuanya juara. Al-Baik menerapkan ruangan untuk makan bagi lelaki dan perempuan secara terpisah demi menjaga keamanan.

Di Madinah dan Mekah, juga di seluruh Saudi, restoran, gerai makanan, dan toko apapun segera tutp saat menjelang adzan. Karenanya, hindari acara makan di manapun deket waktu adzan.

Sekarang mari kita berbelanja, baik untuk buah tangan maupun untuk keperluan harian di Madinah. Pesanntya tetap, jangan berlebihan, tetap ingtlah bahwa tujuan ke Saudi Arabia saat ini adalah untuk beribadah. Sekadarnya saja….

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories