Pasti Halal Dot Com

Mencari Metode Analisa Kehalalan Gelatin

(Pastihalal) Harapan untuk mengkonsumsi  gelatin yang pasti halal makin dekat. Setidaknya, dalam Workshop Internasional Metode Analisa Kehalalan Gelatin, MUI sangat serius memperhatikan soal ini. Sejumlah ahli menjadi pembicara dalam acara yang dihelat MUI ini, disimpulkan bahwa penelitian laboratorium yang ketat dab dengan metodologi yang canggih sangat diperlukan.

Gelatin memang  banyak digunakan dalam berbagai industri makanan, kosmetik, produk kesehatan. dan obat-obatan. Es krim, pudding, cake,  jelly, olahan coklat, minuman susu formula bahkan juga permen dan tahu kenyal membutuhkan tambahan ini untuk bisa tampil maksimal.. Selain itu gelatin juga dipakai dalam produksi krim, sabun, obat gosok, pasta gigi serta cangkang kapsul.

Beberapa fungsi dan kegunaan gelatin dalam industri pangan, obat-obatan dan kosmetika, di antaranya adalah; sebagai Penebal (Thickener), Pelekat (Plasticizer), Pengemulsi (Emulsifier) biasa digunakan untuk eskrim, Pembuih (Foaming agent), penahan kelembaban (Moisture retention), Pembaik tekstur (Improve texture), Pengikat (Binding agent), dll.

Lazimnya, gelatin dibuat dari tulang maupun kulit hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, ikan juga babi. Di luar negeri, tereutama negara- negara Eropa dan China, gelatin paling banyak dibuat dari babi. Karena proses pembuatannya lebih mudah, ketersediaan bahan baku yang berlimpah (tulang dan kulit babi), sehingga harganya pun jauh lebih murah dibandingkan jenis gelatin dari hewan yang lain. Hal ini sering menimbulkan kontroversi di Indonesia yang notabene mayoritas penduduknya beragama Islam. Apalagi hampir semua kebutuhan gelatin Indonesia diimpor dari luar negeri. Demikian paparan para tenaga ahli yang memberikan presentasi pada Workshop Internasional tentang “Methods of Halal Authentication for Gelatin” (Metode  Otentifikasi dan Analisa Kehalalan untuk Gelati) yang diselenggarakan oleh LPPOM MUI, Oktober Bulan Oktober lalu, di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Bahan yang Kritis dari Sisi Kehalalannya

“Gelatin itu merupakan salah satu bahan yang kritis dari sisi kehalalannya bagi umat Muslim. Karena hampir semua produk gelatin itu diimpor dari luar negeri. Padahal ia banyak digunakan untuk berbagai macam produk konsumsi sehari-hari,” tutur Wakil Direktur (Wadir) Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM MUI), Ir. Muti Arintawati, M.Si.

Oleh karena itu tentu sangat diperlukan pengetahuan dan metode yang akurat untuk dapat mengetahui bahan sumber pembuatan gelatin itu, apakah dari hewan yang halal, atau malah dari babi yang diharamkan dalam Islam. Di antaranya adalah dengan melakukan analisa laboratorium.

Lebih lanjut lagi, dalam proses sertifikasi halal, pimpinan LPPOM MUI ini menambahkan penjelasannya, hasil analisis laboratorium merupakan bahan pendukung dan penunjang yang sangat penting, walaupun bukan satu-satunya. Dalam hal ini ada beragam metode analisa lab, juga beragam alat yang digunakan. Maka workshop ini berupaya mengeksplorasinya.

“Hasil analisa lab itu dapat memberikan keyakinan dan kenyamanan dengan pembuktian secara ilmiah, dalam proses sertifikasi halal. Sehingga dapat menepis gugatan yang mungkin terjadi dari pihak-pihak yang berkepentingan,” ujarnya lagi.

 

Apa itu Gelatin ? Halal atau Haram ?

Apa itu gelatin? Halal kah? memang banyak masyarakat awam yang kurang tahu pengertian gelatin padahal mereka sudah sering mengetahui bahkan mengkonsumsi makanan berbahan dasar gelatin. Pada dasarnya gelatin adalah suatu zat kimia padat namun tak berwarna, tembus cahaya dan tidak berasa. Ya boleh dibilang mirip agar-agar bedanya kalau si agar dari tumbuhan sedangkan kebanyakan gelatin dibuat dari kolagen dari hewan.

Jenis Gelatin yang Beredar

Ada dua jenis gelatin yang dibedakan berdasarkan bahan dan cara pembuatannya,

  • Gelatin type A (acid)

    Kebanyakan diproduksi dari kulit babi yang masih muda .Proses pembuatan bisa cepat karena rangkaian kolagen belum terikat kuat. Hanya perlu merendam dalam larutan asam lemah (asam klorida) selama satu hari yang dilanjutkan dengan pencucian untuk menghilangkan asam dan garam.

  • Gelatin type B (base)

    Dibuat dari tulang-tulang dan kulit tua (alot dan jeras) dari hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing. Pembuatan cukup lama bahkan berminggu-minggu dengan merendam dalam kalsium hidroksida. Setelah kolagen terpisah barulah diproses ke tahap selanjutnya yaitu pengekstrakan.

Di luar negeri sana gelatin yang paling banyak beredar dibuat dari hewan babi. Mengapa? karena gelatin babi memiliki harga yang lebih miring dibandingkan jenis gelatin lain. (didasari proses pembuatan yang lebih mudah). Hal inilah yang sering menimbulkan kontroversi di Indonesia yang notabene kebanyakan penduduknya merupakan warga muslim.

Gelatin Halal atau Haram?

Hukum gelatin sempat menjadi perdebatan, ada yang bilang gelatin halal karena telah mengalami perubahan bentuk dari babi menjadi ekstrak garam. Ini mirip dengan kasus cuka yang merupakan perubahan dari alkohol.

Tapi lebih banyak ulama yang menyebutkan gelatin itu haram, alasan pertama karena mudah sekali membedakan gelatin dari babi dan jenis lain melalui proses kimia sederhana. Ditambah lagi di luar sana banyak sekali bahan lain yang bisa digunakan untuk pembuatan gelatin, tentunya sudah pasti halal seperti kulit sapi. Kebutuhan akan gelatin masih bisa dipenuhi dari bahan halal ini.

Dulu pemerintah Indonesia masih sering mengimpor gelatin dari Amerika dan Eropa, tentu saja membuat kita bertanya-tanya ini gelatin halal? jangan-jangan dari babi yang hukumnya haram. Sekarang kita tak perlu khawatir, saat ini sudah banyak gelatin produksi lokal yang dibuat dari kulit dan tulang sapi.

Untuk gelatin bubuk, dilarutkan dengan air dingin sampai mengental dan terlihat tembus pandangGelatin dapat dibeli di toko kue, supermarket ataupun toko online, tak perlu khawatir di Indonesia setiap produk sudah diberi sertifikat halal dari MUI. Badan POM sudah menjamin hal ini, meskipun gelatin tersebut hasil import tapi pasti dari sapi yang halal. Gelatin yang beredar di pasaran dijual dalam bentuk gelatin bubuk (gelatin powder) dan gelatin lembaran (gelatin sheets).

  • Untuk gelatin bubuk, dilarutkan dengan air dingin sampai mengental dan terlihat tembus pandang.

  • Untuk gelatin lembaran, direndam dalam air dingin sampai terlihat lunak lalu peras. Tinggal larutkan dengan air panas sampai terlihat bening.

Untuk memberikan perlindungan pada konsumen, negara biasanya memberikan kebijakan untuk selalu mencantumkan kode komposisi bahan olahan. Berikut adalah kode dari gelatin babi yang harus dihindari oleh muslim,
101, 101A, 120, 150, 153, 160A, 160B, 161A, 161C, 163, 200, 270, 304, 310-312, 326, 327, 334, 336, 337, 350, 353, 422, 430, 436, 162, 470, 478, 481, 483, 491, 495, 542, 572, 575, 631, 904A

Fungsi Gelatin 

Gelatin diperlukan oleh masyarakat dalam banyak hal misal saja fotografi, pabrik kosmetik dan kesehatan. Obat-obatan yang mengandung gelatin antara lain krim, sabun, obat gosok, pasta gigi dan cangkang kapsul.

Dalam industri makanan gelatin bisa menjadi pengemulsi, pengendap, pengikat dan bahan pengisi. Sifatnya yang mudah dibentuk bisa hiasan dari berbagai macam cake. Makanan lain yang populer di masyarakat antara lain sebagai bahan pembuat gel pada makanan seperti es krim, pudding, cake,  jelly, olahan coklat, minuman susu formula dan permen kenyal tahu kan Yupi? bahan dasar permen yang lembut di mulut ini adalah bubuk gelatin.

Sarana Monitoring

Selain itu, hasil analisa lab itu juga dapat dipergunakan dalam melakukan monitoring kehalalan produk yang menggunakan bahan gelatin, yang telah mendapat sertifikat halal dari MUI. Karena pihak LPPOM MUI tidak dapat mengawasi sepenuhnya di lokasi pabrik atau perusahaan produsen, paling tidak dalam masa berlakunya sertifikat halal yang dua tahun. Maka hasil analisa lab ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana monitoring untuk menjamin kehalalan produk yang telah dinyatakan halal dengan sertifikat halal dari MUI.

Agenda Workshop itu sendiri merupakan bagian dari rangkaian acara INDHEX 2016, ajang pameran produk halal terbesar di Indonesia, yang telah menjadi agenda rutin tahunan LPPOM MUI. Diikuti oleh para peserta, terutama stakeholder halal, dari dalam maupun luar negeri. Diantaranya para peserta Pelatihan Auditor Halal bagi Lembaga-lembaga Sertifikasi Halal Luar Negeri, pimpinan maupun manajemen perusahaan mancanegara terkait produk-produk pangan, obat-obatan dan kosmetika, serta para akademisi, dll.

Pada workshop yang didukung oleh Lab Halal LPPOM MUI ini disajikan dan dibahas beberapa topik presentasi. Di antaranya, Gelatin Identification in Industrial Practice, oleh Dr. Nugraha Edi, STP.,DEA, dari IPB; Identifying Gelatin Adulteration by LC-MS/MS, oleh Danang Waluyo, M.Eng., dari Pusat Bioteknologi BPPT; Real-time PCR Identification for Gelatin Specification Challenge & Obstacles, oleh Dra. Sutanti Siti Namtini, Ph.D., dari Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional; dan Methods for Identifiying Porcine Gelatin: Which is cheaper, faster and better? Oleh Dr. Yunny Erwanto, SPt., MP, dari Grup Riset Halal UGM. (Usm).

(Diolah dari berbgai sumber)

Related Post

2 Responses

  1. PUAD HASAN says:

    tahun 1986 itu yg penelitian dosen Brawijaya. bukan 1966..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories