Pasti Halal Dot Com

Berburu Masakan Khas Pekalongan Yang Pasti Halal dan Eksotik

Berburu Masakan Khas Pekalongan Yang Pasti Halal dan Eksotik wajib Anda lakukan! Mengapa? Baca sampai selesai ulasan ini, Anda akan tahu.

Jika suatu saat Anda menginjakkan kaki di Kota Pekalongan, hindari makan di restoran jaringan nasional atau internasional! Mengapa? Apakah bahayanya? Hehehe…bukan soal bahaya. Jaringan restoran nasional atau internasional tetap aman tentunya jika sudah bersertifikat halal. Bukan di situ masalahnya. Ada masalah lain yang akan saya ceritakan di bawah ini.

Pekalongan merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki banyak makanan khas yang sulit ditemukan di kota lain. Seandainya ditemukan, cita rasanya pasti tidak selezat di kota aslinya. Sebut saja Soto Pekalongan, Pindang Tetel, Megono, Garangasem….banyak lagi. Anda penasaran? Soal harga? Waduuh…agak sulit mencari makanan yang lebih murah dari di Pekalongan. Makanan dengan citarasa restoran dengan harga kampung! Itulah sebabnya saya katakan, jangan makan di jaringan restoran nasional. Di Kota Batik ini banyak sekali makanan khas yang luar biasa, baik rasa maupun harga. Yang paling penting, Anda tidak perlu was-was makan di mana saja di Pekalongan selama penjualnya muslim. Penduduk Pekalongan dikenal sebagai penduduk santri yang sangat taat beragama, jadi, tidak mungkin dia menjual makanan yang dia sendiri tidak mau memakannya, dus, makanan yang dijual dijamin pasti halal.

Di bawah ini panduan yang bisa membantu menemukan makanan halal sekaligus super enak di kelasnya. Silakan dicoba satu persatu jika Anda berada di Pekalongan dalam waktu yang cukup lama.

Opor Ayam Batang

Opor Batang

Opor ayam Batang disajikan dengan lontong. Masakan utamanya tentu ayam kampung. Jika anda mau, ada tahu kulit yang juga dimasak bersama ayam. Dimakan dengan krupuk dan lalapan cabe rawit sambil “nglemprak’ (duduk lesehan) sangatlah nikmat. Karena posisi duduknya ini, opor Batang ini juga disebut “opor lemprak”. Harga? Hanya sekitar 15.000 – 20.000 per porsi, tergantung pilihan potongan ayamnya.

Hampir semua warung opor di sini semuanya enak dan insya Allah halal. Kalau saya sih, prioritas utama di warung opor Ibu Hajah Emah dan Sabar Menanti, jika peracik opor paling lezat ini tutup, baru pilih warung  lain.

Masakan Arab

nasi kebuli
Salah satu makanan yang saya tidak mau terlewatkan saat di Pekalongan adalah masakan khas Timur Tengah. Di sini rasanya pas karena pemilik rumah makan dan peracik resepnya memang kaum hadhorim (keturunan Hadramaut). Umumnya racikan bumbu dan rempahnya memang pas sekali di lidah. Beberapa masakan sudah disesuaikan dengan lidah asli nusantara sehingga rempahnya sudah tidak sepekat seperti saat Anda makan di Mekah misalnya.

Rumah Makan Puas bisa menjadi salah satu pilihan. Rumah makan halal ini menyediakan nasi tomat, nasi hapsah, dan nasi kebuli, Bila menginginkan di sini juga ada menu gule Arab dan sate kambing. Bila ada anggota keluarga yang tidak suka masakan berempah khas Arab, anda bisa juga memesan masakan nusantara lainnya. Rumah makan ini ada di Jalan Surabaya, di Kampung Arab.
Yang patut Anda coba juga adalah Kambing Bakar khas Kampung Arab. Daging kambing bertulang,  berbumbu rempah, dibakar dengan sedikit kecap, betul-betul mak nyus! Empuk dan gurih. Kambing bakar arab ini dapat ditemukan di Jalan Agoes Salim Pekalongan. Sayang gak ada papan nama. Tapi bisa Anda temukan, kalau dari arah selatan, sampai perempatan kalau yang ke barat Jalan Semarang, yang ke timur Jln Kenanga, maju sedikit kiri jalan sudah ketemu. Tanyakan kepada orang di situ.
Di Kampung Arab ini juga banyak penjual oleh-oleh Pekalongan dan camilan khas Arab yang bisa jadi buah tangan. Sambosa, roti mariam, kue kaak, dan lain-lain banyak di sini. Salah satunya adalah Toko Diaz. Tanyakan juga kepada orang di situ, akan ditunjukkan gratis.

Soto Pekalongan (Taoto)

soto pekalongan
Soto Pekalongan bisa jadi merupakan soto paling beda dari soto lain di seluruh nusantara. Ciri khasnya adalah dengan bumbu taoco di dalamnya. Taoco adalah hasil fermentasi kedelai, berwarna coklat, dan bercitarasa asin kecut. Bagi orang Pekalongan, yang namanya soto  ya harus Tauto, bukan yang lain! Dulu, Tauto hanya dibuat dari daging kerbau, yang menurut orang Pekalongan lebih enak. Tapi sekarang hampir semuanya dari daging sapi karena daging kerbau lebih mahal dan sudah jarang dijual. Bagi yang anti daging merah, soto Pekalongan juga ada yang dari daging ayam.

Di mana mencari soto Pekalongan paling enak? Banyak. Rata-rata enak. Karena konon, dulunya nenek moyang mereka berguru kepada orang yang sama. Kalau saya, paling cocok dengan lidah adalah Soto Tjarlam yang ada di pintu masuk pasar barang bekas terbesar di Pekalongan yang disebut Pasar Senggol. Kedua, Soto Pak Rohmani yang dulu ada di Terminal Sayun, selatan THR Pekalongan. sekarang pindah dekat pasar ayam di daerah Podo Sugih. Soto Pak Sayid di daerah Medono, Pekalongan selatan, juga luar biasa. Selanjutnya Anda juga bisa mencoba Soto Konawi (Kampung Arab), Soto Bang Naryo (kaki lima seberang RS Siti Khotijah, Soto PPIP, dan dan jika Anda menghendaki soto tauto ayam, Anda bisa mencobanya di Bang Dul, di Batas Kota antara Pekalongan dan Batang.

Megono, Garang Asem, dan Sambal Goreng Tomat Ijo

megono pekalongan
Orang Pekalongan tidak bisa seharipun tanpa megono! Begitu katanya untuk menggambarkan sayur nangka yang dikukus dengan bumbu kelapa ini begitu penting dalam hidupnya. Megono hanya sayur sederhana yang dibuat umumnya dari nangka muda, Bisa juga dari rebung bambu. Salah satu bumbu khasnya adalah kecombrang. Rumah makan yang menjual masakan ini biasanya juga menjual sambal goreng tomat ijo (kadang dicampur pete, otot sapi, dan kobis), dan garangasem (semacam rawon tapi tidak hitam).
Jika Anda ingin mencicipi megono dan teman-temannya bisa Anda coba di Warung H Masduki, yang salah satu cabang utamanya di kompleks agen travel antar kota di seberang utara alun-alun Pekalongan. Warung ini buka 24 jam! Tempat terkenal lain adalah Warung Pak Bon, ada di pinggiran lapangan Sorogenen, Pekalongan. Cobalah nasi megono sambel goreng otot dan lauk keringnya cukup gorengan hangat yang ada. Megono di warung Nasi Uwet juga lezat. Warung ini ada di Jalan Irian, Pekalongan. Masih banyak lagi warung megono di Pekalongan, mulai restoran hingga warung kecil yang  hanya melayani take and carry.

Pecak Panggang

pecak panggang
Di Pekalongan, panggang tanpa embel-embel apapun memiliki arti ikan asap. Ikan yang diasap pada umumnya adalah ikan bawal, tongkol, tengiri, ikan pari, dan masih banyak lagi. Panggang di Pekalongan paling populer adalah ikan pari (diesbut panggang P, kadang cucut). Umumnya, ikan asap ini dimasak menjadi sambal goreng (mirip mangut), pecak, dan pecak pakai santen. Di Kota Batik ini, paling digemari adalah pecak panggang. Sderhana, panggang digoreng, lantas dipeyet ke dalam sambal terasi cabe mentah. Sedep dan pueeedessss…. Biasanya dihidangkan bersama sayur asem dan minumnya teh kentel panas.

Banyak sekali warung yang menyediakan menu khas Pekalongan ini. Bisa dikatakan hampir semua warung ramesan pasti menyediakan pecak panggang. Saya sendiri, memiliki 2 tempat favorit. Pertama di “kandang banteng” dari jalan Irian masuk ke barat kira-kira 100 meter. Masuknya dari jalan Irian yang deket Makam Sapuro, makam terbesar di Pekalongan dan ramai menjadi tempat ziarah habaib. Kalau bingung, tanya di situ semua orang pasti tahu. Yang kedua adalah warung di halaman penggilingan padi arah barat dari Perumahan Bina Griya. Dua warung ini sangat rekomended jika Anda penasaran.

Sate Kambing
Banyak Warung sate kambing di Pekalongan. Tapi yang menurut saya khas Pekalongan hanya satu. Dia beda dari sate Tegal, sate Jogja, atau sate manapun. Irisannya besar-besar tapi sangat empuk, Rasanya! Masya Allah, ini baru sate kambing! Anda bisa memesan dengan bumbu kacang atau dengan bumbu kecap saja. Sama lezatnya. Wouw…namanya belum ya? Namanya Sate Dul Majid, sesuai nama pemiliknya (sudah almarhum). Sate Dul Majid ada di pinggir jalan Kartini, timur jalan, sekitar 100 meter utara trafik light Grogolan.

Panggang Ayam Pekalongan

panggang ayam pekalongan
Apa beda panggang ayam Pekalongan dari panggang ayam dari daerah lain? Panggang ayam Pekalongan pasti halal. Dibuat dari ayam kampung. Penyajiannya berkuah. Pedes, gurih, membuat ketagihan. Jangan tidak mencoba yang satu ini. Rugi!

Di mana bisa membeli panggang ayam Pekalongan? Banyak. Tapi yang paling rekomended hanya 1 warung, yaitu Panggang Ayam Pak Haji Zen. Warung ini berlokasi di Pekalongan Selatan, tepatnya di Bayuurip, jalan raya ke arah Kedungwuni dan Kajen (Ibukota Kab Pekalongan) sebelum pasar kanan (barat) jalan. Di sini juga tersedia megono yang cukup enak.

Masih banyak sebenarnya makanan khas Pekalongan yang menarik. Tapi biarlah kita kupas di perjalanan kita berikutnya. Selamat mencicipi masakan khas Pekalongan yang pasti halal dan spesial ini.

Mbak Nomi

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories