Pasti Halal Dot Com

Cara Mengurus Sertifikat Halal MUI dan Biayanya

 

Kesadaran menyertakan sertifikat halal pada produsen makanan/obat-obatan/kosmetika lokal di Indonesia belum begitu tinggi. Bandingkan di banyak negara non muslim yang begitu bersemangat mendapatkan label halal pada produknya. Bukan karena ingin menerapkan syariah dalam hidupnya, melainkan untuk memenangkan persaingan di pasar umat islam. Apa lagi, sekarang sudah muncul kecenderungan di banyak kalangan non muslim yang menykaui produk yang bersertifikat halal, karena mereka percaya bahwa yang halal itu lebih terkontrol kualitasnya sehingga lebih bersih dan lebih sehat.

Karena itulah, terutama kepada sahabat muslim, bersegeralah mengurus sertifikat halal MUI ini. Manfaatnya? Kan kita yakin bahwa produk kita pasti halal? Ya, percaya! Tapi yang tahu kan kita sendiri dengan beberapa orang yang mengenal kita. Saat produk kita pasarnya membesar, saat itulah produk kita jadi anonim. Artinya, tanpa pencantuman laber halal di kemasannya, atau tidak memasang label sertifikat halal MUI di restorannya, tidak akan ada yang tahu soal halal haram produk Anda. Jadi, keuntungan memiliki sertifikat halal justru pada kita sendiri agar produk kita laris. Bagi konsumen muslim tentu saja berpengaruh pada ketenangan mengkonsumsi produk Anda.

Sulitkah cara mengurus sertifikat halal MUI? Tidak sih, asal serius dan semuanya sudah disiaokan untuk itu. Produsen yang menginginkan sertifikat halal silakan mendaftarkan ke sekretariat LPPOM MUI dengan ketentuan sebagai berikut:

Industri Pengolahan

    • Produsen harus mendaftarkan seluruh produk yang diproduksi di lokasi yang sama dan/atau yang memiliki merek/brand yang sama
    • Produsen harus mendaftarkan seluruh lokasi produksi termasuk maklon dan pabrik pengemasan
    • Ketentuan untuk tempat maklon harus dilakukan di perusahaan yang sudah mempunyai produk bersertifikat halal atau yang bersedia disertifikasi halal

 

Restoran dan Katering

  • Restoran dan katering harus mendaftarkan seluruh menu yang dijual termasuk produk-produk titipan, kue ulang tahun serta menu musiman.
  • Restoran dan katering harus mendaftarkan seluruh gerai, dapur serta gudang.

Cara Mengurus Sertifikat Halal MUI Rumah Potong Hewan

  • Produsen harus mendaftarkan seluruh tempat penyembelihan yang berada dalam satu perusahaan yang sama

Flow Chart Proses Sertifikasi Halal (Untuk Produsen) (Cara Mengurus Sertifikat Halal MUI)

 

  • Setiap produsen yang mengajukan permohonan Sertifikat Halal bagi produknya, harus mengisi Borang (formulir) yang telah disediakan. Borang tersebut berisi informasi tentang data perusahaan, jenis dan nama produk serta bahan-bahan yang digunakan.
  • Barang yang sudah diisi beserta dokumen pendukungnya dikembalikan ke sekretariat LP POM MUI untuk diperiksa kelengkapannya, dan bila belum memadai perusahaan harus melengkapi sesuai dengan ketentuan
  • LPPOM MUI akan memberitahukan perusahaan mengenai jadwal audit. Tim Auditor LPPOM MUI akan melakukan pemeriksaan/audit ke lokasi produsen dan pada saat audit, perusahaan harus dalam keadaan memproduksi produk yang disertifikasi.
  • Hasil pemeriksaan/audit dan hasil laboratorium (bila diperlukan) dievaluasi dalam Rapat Auditor LPPOM MUI. Hasil audit yang belum memenuhi persyaratan diberitahukan kepada perusahaan melalui audit memorandum. Jika telah memenuhi persyaratan, auditor akan membuat laporan hasil audit guna diajukan pada Sidang Komisi Fatwa MUI untuk diputuskan status kehalalannya.
  • Laporan hasil audit disampaikan oleh Pengurus LPPOM MUI dalam Sidang Komisi Fatwa Mui pada waktu yang telah ditentukan.
  • Sidang Komisi Fatwa MUI dapat menolak laporan hasil audit jika dianggap belum memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan, dan hasilnya akan disampaikan kepada produsen pemohon sertifikasi halal.
  • Sertifikat Halal dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia setelah ditetapkan status kehalalannya oleh Komisi Fatwa MUI.
  • Sertifikat Halal berlaku selama 2 (dua) tahun sejak tanggal penetapan fatwa.
  • Tiga bulan sebelum masa berlaku Sertifikat Halal berakhir, produsen harus mengajukan perpanjangan sertifikat halal sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan LPPOM MUI

Sulitkah? Menurut saya sih tidak sulit, asal memang berniat dan menyiapkan dengan baik semuanya. Dan, produsen tak perlu khawatir jika memang bahan-bahan yang digunakan seluruhnya HALAL sudah pasti akan segera lolos dan mendapatkan sertifikat Halal dari MUI

Dan berhati-hatilah bagi Produsen Nakal dengan memasukkan bahan-bahan non-halal pada barang produksinya , karena, tidak hanya dilakukan pencabutan sertifikat, tapi juga LPPOM akan mempublikasikan bahwa barang tersebut mengandung bahan non-halal kepada media. Setelah itu, siap-siap saja produksi anda tak laku di pasaran

Biaya Sertifikasi Halal

Berapakah biaya mengurus sertifikat halal MUI?  Tidak perlu khawatir, sertifikasi halal itu murah  Biaya pembuatan sertifikat halal ditentukan berdasarkan besar kecilnya industri dan kerumitan auditnya. Variasi biaya untuk Industri Kecil Menengah dan Perusahaan Besar mulai dari Rp 0,- hingga Rp 5.000.000,- Murah dibandingkan dengan biaya sertifikat lain seperti ISO dan sejenisnya.

Marilah kita mulai memperhatikan produk kita agar lebih diterima pasar muslim yang sadar halal. Pasar ini terus membesar di seluruh dunia. Jika tidak sejak awal kita mengurus sertifikat halal bagi produk kita, khawatir jika suatu saat kelak, pasar halal dikuasai oleh produsen non muslim. Dan, akankah kita hanya jadi penonton?Semoga  artikal Cara Mengurus Sertifikat Halal MUI ini bermanfaat.

 

M Abafez

Sumber : www.halalmui.org

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories