Pasti Halal Dot Com

Perjalanan dari Madinah ke Mekah Yang Sangat Mengasyikkan

Sekarang waktunya meninggalkan Madinah Al Munawaroh, Kota Nabi yang kita cintai ini. Sudah 3 hari (umroh) atau 8 hari (haji) kita di kota penuh berkah ini. Kapanpun kita ke Kota Suci ini, marilah kita berdoa agar diberi kekuatan untuk bisa kembali ke tanah ini. Selanjutnya akan kita ayunkan langkah dan hati menuju Mekah Al Mukaromah, tempat di mana prosesi Umroh dan Haji akan kita lakukan.

Perjalanan dari Madinah ke Mekah normalnya akan ditempuh selama sekitar 5 atau 6 jam menggunakan bus. Seperti jalan-jalan raya lain, jalan raya dari Madinah -Mekah merupakan jalan raya yang lebar mulus dan lancar, membelah padang gurun yang sangat luas. Jarak ini hampir sama dengan jarak perjalanan dari Jeddah ke Madinah. Di peta, sangat jelas terlihat posisi Jedah, Madinah, Mekah membentuk segitiga sama kaki. Menurut keterangan resmi, jarak Madinah-Mekah adalah 450 km.

mekah-madinah1

Kenikmatan perjalanan ini mungkin tidak akan dirasakan saat semua jamaah, entah kapan, semuanya menggunakan kereta api. Seperti diketahui, pemerintah Saudi Arabia tengah merancang (sebagian sudah disiapkan infsrastrukturnya, sebagian sudah bisa dipakai) sistem transportasi yang lebih cepat dan lebih aman.

 

Miqot di Masjid Bir Ali

Beberapa menit meninggal Madinah kita akan berhenti di Masjid Bir Ali untuk menganbil Miqot. Mencontoh Rasulullah SAW, kita akan mengambil miqot di masjid ini, baik saat mau berhaji ataupun hanya umroh saja. Moqot adalah tempat jamaah haji dan umroh mulai memakai kain ihrom dan menjatuhkan niat. Bir Ali ini adalah miqot bagi jamaah haji dan umroh yang datang dari arah Madinah. Secara fisik, banyak jamaah yang sudah memakai kain ihrom sejak keluar dari hotel di Madinah, untuk tujuan praktisnya. Jika demikian maka di Masjid Bir Ali hanya menjatuhkan niat saja.

birali-1

Masjid Bir Ali atau juga dinamai Masjid Dzul Hulaifah terletak sekitar 12 km dari Madinah menuju Mekah. Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Syajarah (yang berarti pohon), karena sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya masjid yang cantik ini dibangun di tempat Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia). Sedangkan sebutan Masjid Dzul Hulaifah, karena letak masjid berada di Distrik Dzul Hulaifah.

Karena banyaknya anggota jemaah haji yang mandi di Bir Ali sebelum memakai pakaian ihram, maka masjid cantik ini dilengkapi dengan 512 toilet dan 566 kamar mandi. Beberapa di antaranya dikhususkan untuk peziarah yang memiliki kekurangan fisik (cacat tubuh). Seluruh bagian masjid mulai dari daun pintu, karpet, hingga toilet dan kamar mandi berbau wangi. Ada banyak petugas kebersihan di sini.

Menurut sejarahnya, Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali renovasi. Dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87-93 Hijriyah), kemudian oleh Zaini Zainuddin Al Istidar pada tahun 861 Hijriyah (1456 Masehi), lalu pada zaman Dinasti Usmaniah dari Turki dengan dibantu seorang muslim dari India pada tahun 1090 Hijriyah (1679 Masehi), hingga terakhir oleh Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia dari tahun 1981 sampai 2005.

Masjid yang semula kecil dan sederhana kini menjelma menjadi bangunan indah. Keseluruhan areal Masjid Bir Ali luasnya sekitar 9.000 meter persegi yang terdiri dari 26.000 meter persegi bangunan masjid, dan 34.000 taman, lapangan parkir, dan paviliun.

Berapa lama berhenti di Masjid Bir Ali tergantung kepada biro perjalanan Anda. Umumnya cukup 1 jam. Anda boleh mendirikan sholat sunah 2 rakaat di sini. Setelah berniat dan berpakian ihrom sesuai dengan segala syarat dan rukunnya, kembali masuk bus dan perjalanan dilanjutkan. Anda akan dipersilakan pembimbing Anda untuk terus melantunkan talbiyah, mengagungkan Asma Allah Azza Wa Jalla. Bila terasa capai Anda boleh tidur karena perjalanan masih lumayan lama. Dengan sendirinya biasanya Anda akan terbangun saat bus yang Anda tumpangi masuk Kota Mekah.

 

Masuk Kota Mekah Al Mukaromah

mekah3

Begitu tour guide Anda memberitahukan bahwa sebentar lagi akan masuk kota Mekah, mungkin satu bus akan terdiam. Jika kali ini yang pertama Anda ke sana, mata akan mulai mencari-cari tanda yang menunjukkan Kota Mekah. Paling tidak saya begitu! Saya tengok kanan, kiri, depan. Mana Mekah? Ke kota inilah tiap sholat kita menghadapkan muka. Mana Mekah? Nama kota yang bahkan lebih duiu kita dengar ketimbang Bali, Lombok, atau kota lain di Indonesia. Mana Mekah? Di sini rinduku tertanam begitu lama. Di sini hatiku selalu terikat!

Setengah jam sebelum betul-betul masuk Kota Mekah, yang pertama kali akan Anda lihat adalah menara jam. Menara tertinggi ke dua di dunia ini memang terlihat dari semua arah luar kota Mekah. Mungkin Anda akan memandanginya lama-lama. Allahu Akbar….Subhanalloh…Masya Allah….inilah Mekah! Sebentar lagi aku akan memasuki kota haram ini dengan semangat besar Fathul Makkah! Di kota inilah nabiku lahir. Di kota inilah perjuangan berat dilakukan Nabi dan para sahabat Ashabiqunal Awwalun yang dijamin masuk surga. Di kota inilah darah, harga diri, harta, semuanya tumpah demi sampainya risalah Muhamad kepada kita semua. Allahu Akbar! Labbaika yaa Allah! Aku datang memenuhi panggilanMu. Tak ada sekutu bagiMu. Terimalah semua kepasrahanku kepadaMu yaaa Robb…Air mataku yang menetes ini, yaa Allah, adalah air mata kerinduan akan ridhoMU….

Bus akan berhenti di depan hotel yang sudah ditentukan. Perlahan turunlah, check in hotel, membawa barang-barang ke kamar, istirahat sebentar. Kapan tawaf pertama (tawaf wajib dalan umroh Anda) yang disambung sya’i biasanya sudah ditentukan oleh biro perjalanan dan menyesuaikan dengan waktu kedatangan Anda di Kota Haram ini. Persiapkan diri Anda untuk melakukan ibadah yang Anda tunggu-tunggu bertahun-tahun ini dengan baik. Biasanya tidak perlu menunggu lama setelah sedikit istirahat pembimbing akan memberitahukan bahwa prosesi umroh segera dilaksanakan. Ingat, selama menunggu tetap jaga lisan dan perilaku yang bisa merusak ihrom Anda.

Sampai ketemu di prosesi umroh.

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories