Pasti Halal Dot Com

Membentuk Lembaga Sertifikasi Halal, Kamboja Ingin Dollar Dari Wisatawan Muslim

(Pasti Halal)  Kamboja ingin dollar dari wisatawan muslim. Kementerian Perdagangan Kamboja membentuk sebuah komite khusus yang akan mengawasi standarisasi sertifikasi halal untuk restoran dan pemotongan hewan. Negara dengan penduduk muslim minoritas ini merasa perlu memperhatikan sertifikasi halal karena memperhatikan besarnya kunjungan wisatawan muslim di seluruh dunia. Kamboja sendiri sudah menikmati bagian dari kue wisata global muslim ini. Untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim itulah rupanya pemerintah getol mengupayakan berdirinya lembaga resmi pemberi sertifikasi halal.

Pembentukan komite ini dilakukan bekerja sama dengan Malaysia sebagai salah satu negara yang berpenduduk mayoritas muslim dan telah memberlakukan peraturan terkait sertifikasi halal. 
Dengan adanya kerjasama ini, Kementerian Perdagangan Kamboja berharap agar industri halal yang dijalankan sesuai dengan syariat Islam, termasuk proses penyembelihan hewan yang harus sesuai dengan ketentuan agama dan menghindari produk makanan yang dilarang.

Juru bicara Kementerian Perdagangan, Soeung Sophary, mengatakan komite ini bertujuan untuk menyelesaikan sertifikasi halal paling lambat awal tahun depan. “Kami tidak pernah memiliki sertifikasi halal sebelumnya, jadi ini adalah titik awal yang penting,” ujar Soeung seperti dilansir “http:cambodiadaily.com (22/11).

Ia menjelaskan, perwakilan Malaysia baik dari sektor publik dan swasta akan mengunjungi Kamboja pada akhir bulan ini untuk memberikan dukungan teknis. 

Walaupun belum ada sertifikasi halal di Kamboja, namun sudah ada beberapa restoran halal yang beroperasi di negara tersebut. Nantinya restoran yang telah beroperasi ini akan melakukan penyesuain dengan standarisasi halal yang diberlakukan pemerintah. 

Manajer Bopha Phnom Penh Restaurant,  Sor Bolim mengatakan restoran halal yang sudah berdiri saat ini kemungkinan tidak memenuhi stnadarisasi halal yang ditetapkan. 
“Seluruh restoran tidak halal. Hanya menyajikan makanan halal. Ini akan menjadi hal yang besar untuk memiliki sertifikat halal, “kata Mr. Bolim.

Sekitar dua persen dari penduduk Kamboja adalah Muslim. Wisatawan yang mengunjungi Kamboja saat ini kesulitan menemukan makanan halal. Untuk itu, jika pemerintah dapat mempromosikan makanan halal melalui program yang dijalankan maka akan memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha. 

Menteri Perdagangan Pan Sorasak, selama pertemuan di bulan Juni dengan duta besar Turki di Kamboja, Ilhan Kemal Tug mengatakan sertifikasi halal akan menjadi dorongan untuk menarik wisatawan dan investor dari dunia Islam.

 

Pengalaman Pengunjung Muslim di Kamboja

Upaya Pemerintah Kamboja untuk membuat lembaga resmi pemberi dan pengawas makanan halal ini tentu khabar baik bagi calon wisatawan muslim. Selama ini memang sangat sulit diperoleh makanan halal di negrinya Polpot ini. Di pasar malah kita akan menemukan sejumlah makanan ekstrim. Seorang mahasiswa asal Aceh yang mampir ke Pasar Pasar Skun Day Street saat mengadakan kunjungan pendidikan di Sekolah Menengah Ma’had Haji Fickry di Provinsi Kampong Cham.

  Pasar ini hampir sama dengan hari pekan (uroe ganto) tingkat kecamatan di Aceh,” katanya. Namun tetap saja di pasar ini tidak dijumpai makanan halal. Kawasan ini sangat terkenal dengan makanan goreng seperti ulat goreng, katak goreng, laba-laba goreng, kumbang goreng, dan jangkrik goreng, bahkan lipan goreng. Harga gorengan ini untuk dua ons bisa dibeli dengan harga 1.000-2.000 riel (Rp 3.250-Rp 6.500).

Kabarnya, asal mula makanan ekstrim ini menjadi makanan istimewa bagi penduduk,  karena saat rezim Polpot berkuasa, mereka sangat susah mendapatkan makanan, sedangkan binatang-binatang itu sangat mudah didapatkan. Oleh itu, sampai sekarang makanan tersebut justru menjadi makanan favorit mereka dan juga sebagai salah satu daya tarik wisatawan ketika berkunjung ke tempat tersebut.

Aba Hanif (Dari beberapa sumber)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories