Pasti Halal Dot Com

Bahan dan Bumbu Masakan Arab Serta Persiapan Memasak dan Penyajiannya

Anda bingung bahan dan bumbu masakan Arab yang akan Anda masak? Seperti apa persiapan dan prosesnya? Ayo kita bincangkan. Siapa tahu ada pembaca yang akan menambahkan informasi dan ilmunya

Masakan Timur Tengah, atau lebih spesifik Masakan Arab mulai mendapat penggemar yang  banyak beberapa tahun terakhir ini. Jenisnya bermacam-macam. Mulai yang berbahan dasar nasi, sayur, roti dan kue, sampai minuman. Di Jakarta dan beberapa kota besar lain bermunculan restoran khusus masakan Arab ini.

Secara online juga mudah mendapatkan informasi  (dan) penjual makanan Arab. Ada Pyramida Food, restoran khas Mesir di Jakarta. Anda juga bisa mendapatkan makanan Arab beku di Warung Halal, Google saja, banyak yang akan Anda temukan.

Bagaimana jika ingin masak sendiri masakan Arab ini? Di pos lain di blog ini sudah banyak resep masakan Arab. Di artikel ini kita akan bincangkan persiapan, penyajian dan bahan serta bumbunya.

Persiapan dan Penyajian

Pada umumnya masakan Arab membutuhkan waktu lama untuk persiapannya. Kesabaran dan ketekunan juga penting untuk menghasilkan taste dan penampilan sempurna. Proses memasaknya sendiri sebenarnya cukup sederhana. Waktu yang lama adalah penyiapan bahan dan bumbu, terutama jika Anda belum terbiasa.

Kelebihan masakan Arab, banyak masakannya yang bisa dipersiapkan, bahkan dimasak dua tau 3 hari sebelumnya. Hanya sentuhan akhir yang perlu dilakukan sesaat sebelum dihidangkan.

Jika memungkinkan, maksimalkan penggunaan bahan-bahan segar, alih-alih bumbu dan instan. Bahan dan bumbu masakan Arab segar akan menghasilkan masakan yang lebih sempurna. Hanya jika terpaksa Anda gunakan bahan kalengan, pasta fabrikan, dan bahan lainnya.

Di acara makan resmi seperti menjamu tamu, pesta, dan acara resmi lainnya, biasa disajikan 2 atau 3 jenis makanan utama. Masing-masing jenis saling melengkapi, berwarna menarik dan lezat. Karenanya, biasanya makanan disajikan prasmanan. Semua orang bebas mengambil apa saja dengan dorongan tuan rumah.

Salad biasa disajikan bersama makanan panas dan dingin. Nasi pada umumnya disajikan bersama sup daging dan sayur. Semua makanan, selain salad, disajikan dalam piring besar datar. Setiap orang selalau mendapat pisau dan garpu di dekat piring mereka. Sebagian besar orang memilih makan dengan tangan atau menyendok dengan roti. Menurut etika Timur Tengah (yang tentu dipengaruhi Islam), hanya menggunakan 3 jari dan menjilat jari setelah makan.

Roti Arab bulat pipih diletakkan di tengah meja.Tiap orang mengambil bagiannya. Kemudian dibelah-belah, digunakan untuk menyendok sup atau nasi.

Air biasa dihidangkan dalam ceret yang disebut bree. Air dituang langsung darti ceret yang diangkat tinggi langsung ke mulut.

Yang paling dulu dihidangkan adalah mezza. Setiap tamu mengambil berbagai jenis makanan sedikit-sedikit. Mereka tidak mengambil makanan dari piring masing-masing, melainkan dari piring besar dengan sendok roti. Setelah itu baru hidangan utama secara prasmanan. Air, garam, roti disediakan dalam jumlah banyak. Menyusul kemudian buah-buahan segar, juga dalam jumlah besar.

Di akhir jamuan, semua orang dipandu untuk pindah ke ruang keluarga untuk minum kopi dan menikmati aneka kue. Kopi ini bisa menciptakan suasana akrab dan nyaman. Juga berfungsi menetralisir aroma daging, aroma bawang,  dan segala macam sayuran. Di sini biasanya terjadi perbincangan hangat tentang apa saja berkait dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Bahan dan Bumbu Masakan Arab

Orang Arab selalu mempersiapkan bahan makanan dan makanan siap santap dalam jumlah besar. Ini berhubungan dengan kebiasaan mereka menjamu teman, saudara, atau siapa saja yang mungkin datang secara mendadak.

Di Indonesia, di mana mendapatkan bahan dan bumbu masakan Arab?

Saat ini cukup banyak pasar swalayan yang menjual bahan dan bumbu masakan Arab ini. Yang penting Anda tahu nama bahannya secara pasti. Paling mudah adalah dengan mencatat bahan dan bumbu itu, seperti yang terdapat di blog ini.

Masakan Arab terkenal dengan pengguaan dagingnya yang sangat banyak. Paling sering dipakai adalah daging kambing atau domba. Semua daging dalam resep makanan Arab selalu dapat saling menggantikan antara kambng, domba, sapi, ataupun daging unggas. Pilihan kita sangat tergantung selera dan diet masing-masing orang.

Terigu adalah bahan penting dalam masakan Arab. Semua roti tentu berbahan gandum ini. Bahan ini tentu sangat mudah didapat di mana saja. Selalu ingat bahwa terigu pun bisa tidak halal.

Untuk nasi di Timur Tngah menggunakan bahan beras Basmati. Beras asli India yang bentuknya kecil panjang dang “pera”. Jika tidak ada, bisa diganti beras biasa yang tidak lembek.

Rempah penting yang hampir selalu ikut sebagai bahan dan bumbu masakan Arab adalah kapulaga, cengkih, pala, lada, kalabat (klabet). Daun mint sering juga harus ada. Zafaron untuk nasi biryani bisa diganti dengan kunyit, mengingat, selain mahal, zafaron juga masih sulit didapat di Indonesia.

Saus-saus, seperti saus tomat atau saus mayonais, bisa Anda bikin sendiri ataupun beli jadi.

Yang tidak kalah penting adalah penggunaan meinyak-minyakan. Mentega, Olive oil (minyak zaitun), gee (minyak samin) juga penting. Karenanya, sebaiknya disiapkan banyak, karena minyak tahan lama untuk disimpan.

Bagiaman dengan takaran? Masakan Arab umumnya fleksibel, Takaran standar dalam resep yang Anda baca selalu bisda disesuaikan dengan selera Anda. Dari hasil coba-coba akan didapatkan taste paling pas dengan selera keluarga Anda.

Selamat mencoba….

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories