Pasti Halal Dot Com

Apakah Syarat Sebuah Obyek Wisata Memenuhi Kriteria Wisata Halal?

Ada syarat sebuah obyek wisata memenuhi kriteria wisata halal. Syarat-syarat ini merujuk kepada kebutuhan hidup islami seorang muslim. Syarat ini melekat pada obyek wisata tersebut, mulai perjalanan menuju ke sana hingga fasilitas yang tersedia di lokasi.

Pengertian Wisata Halal (Halal Tourism) sendiri sebenarnya adalah kondisi sebuah destinasi wisata yang “ramah islam”. Seorang muslim membutuhkan makanan halal, kemudahan tempah ibadah (sholat), dan lingkungan yang “bersih” dari keharaman baik visual, audio, maupun pencemaran unsur haram pada makanan.

Bagi seorang muslim, sholat memang bisa dilakukan di manapun asala tempat itu bersih (suci). Tetapi umumnya lebih suka sholat di tempat yang disediakan khusus seperti mushola dan masjid. Karena itulah penyediaan fasilitas masjid/mushola menjadi penting.

Di beberapa lokasi dan negara yang serius menjaring dollar dari jenis wisata halal ini (beberapa pihak memasukkan wisata halal sebagai wisata minat khusus) telah menyediakan petunjuk dan aplikasi mobile yang sangat memudahkan seorang muslim saat melakukan perjalanan. Petunjuk tempat makan halal, tempat sholat, dan lain-lain dengan mudah diakses dari aplikasi tersebut.

“Apakah Syarat Sebuah Obyek Wisata Memenuhi Kriteria Wisata Halal?”

Selanjutnya, makanan halal adalah syarat utama lainnya. Mungkin ini paling pokok. Lokasi  dan sarana publik yang menyediakan gerai makanan halal yang terverifikasi akan lebih menarik. Apalagi di daerah yang diketahui meyoritas penduduknya non muslim. Dalam hal ini meyakinkan bahwa di tempat itu ada makanan yang halal dan tidak tercampur dengan yang haram menjadi sangat penting.

Transportasi menuju lokasi yang “ramah islam” merupakan pendukung pokok yang lain.  Di pesawat misalnya, harus disediakan makananan yang dijamin halal. Pemberitahuan masuknya waktu-waktu sholat fardhu juga dibutuhkan. Japan Air Lines (JAL) adalah salah satu maskapai yang sudah melakukan ini.

Global Muslim Travel Index (GMTI) telah membuat kriteria yang apik untuk standarisasi wisata halal dunia. Kementrian Pariwisata kita sementara ini juga memakai kriteria yang disusun GMTI ini.

“Ada syarat sebuah obyek wisata memenuhi kriteria wisata halal. Syarat-syarat ini merujuk kepada kebutuhan hidup islami seorang muslim.”

Dalam membuat peringkat destinasi wisata halal dunia GMTI membuat kriteria sebagai berikut:

  1. Ramah Keluarga. Pada umumnya wisatawan Muslim berwisata bersama keluarga. Sehingga, kriteria ini menjadi syarat utama . Tempat wisata seyogyanya juga ramah anak muslim.
  2. Keamanan. Tidak seorangpun mau bepergian ke tempat yang tidak aman. Bebas kejahatan, bebas terorisme, dan jaminan keamanan lain menjadi sangat penting.
  3. Jumlah Kunjungan Muslim. Dalam membuat peringkat, GMTI juga melihat seberapa banyak kunjungan muslim ke tempat itu.
  4. Jaminan Kehalalan Makanan dan Banyaknya Pilihan. Makanan merupakan hal paling berhubungan dengan soal halal-haram. Jaminanan kehalalan dan variasi makanan yang ada menjadi kebutuhan pokok.
  5. Fasilitas Sholat. Adanya masjid dan petunjuk tempat dan waktu sholat adalah kebuthan sehari-hari seorang muslim di mana saja.
  6. Fasilitas Bandara. Cerita tentang sulitnya mencari tempat sholat di bandara mungkin makin mengecil. Pasalnya, banyak bandara yang sekarang menyediakan tempat sholat bagi pelancong muslim.
  7. Pilihan Akomodasi. Pesawat, hotel, dan akomodasi lain perlu memberikan jaminanan kehalalan jika ingin menjadi destinasi wisata halal.
  8. Kesadaran Kebutuhan Wisatawan Muslim dan Upaya Memenuhinya
  9. Kemudahan Komunisai
  10. Kemudahan Visa
  11. Transportasi Udara

Bagi Indonesia, secara umum sudah memiliki modal yang kuat untuk semua itu. Hanya perlu penegasan dangan hal-hal formal seperti sertifikat halal, aplikasi “halal guide”, dan dukungan pemerintah kepada semua pihak yang ingin mewujudkan hal ini.

Apakah kita semua siap?

Related Post

2 Responses

  1. Tedi Tedjomurti says:

    Artikel2nya menarik, bisa jadi panduan utama bagi mereka yang membutuhkan informasi banyak hal tentang kehalalan. Selamat.

    Reply
    • Aba Hanif says:

      Terimakasih. Silakan menulis kepada kami jika ada masukan.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories